Black Hole_95 AC Engineering
AC SENTRAL & COOLING TOWER
Sistem Air Conditioner Sentral (Central)
merupakan suatu sistem Air Conditioner dimana proses pendinginan
udara terpusat pada satu lokasi yang kemudian didistribusikan/dialirkan ke
semua arah atau lokasi (satu Outdoor dengan beberapa indoor). Sistem ini
memiliki beberapa komponen utama yaitu unit pendingin atau Chiller, Unit pengatur udara atau
Air Handling Unit (AHU), Cooling Tower, system pemipaan, system saluran udara
atau ducting dan system control & kelistrikan. Berikut adalah komponen,
cara kerja Air Conditioner Ruangan Sentral, dan
Preventif Maintenance Air Conditioner Sentral Ruangan.
Chiller adalah mesin refrigerasi
yang berfungsi untuk mendinginkan air pada sisi evaporatornya. Air dingin yang
dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor ( FCU / Fan Coil
Unit ).
a. Reciprocating
b. Screw
c. Centrifugal
a. Air Cooler
b. Water Cooler
2. AHU (Air Handling Unit)/Unit Penanganan
Udara
AHU Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana
udara panas dari ruangan dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU
sehingga menjadi udara dingin yang selanjutnya didistribusikan ke ruangan.
Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk
mendinginkan air yang dipakai pendinginan condenssor Chiller dengan cara melewat air
panas pada filamen didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar
dengan blower yang suhunya lebih rendah.
4. POMPA SIRKULASI.
Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu :
a. Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled
Water Pump ) berfungsi mensirkulasikan air dingin dari Chiller ke Koil pendingin AHU /
FCU.
b. Pompa Sirkulasi air pendingin ( Condenser
Water Pump ).
Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water Cooled dan
berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari kondensor Chiller ke Cooling Tower dan
seterusnya.
Pada unit pendingin atau Chiller yang menganut system
kompresi uap, komponennya terdiri dari kompresor, kondensor, alat ekspansi dan
evaporator. Pada Chiller biasanya tipe
kondensornya adalah water-cooled condenser. Air untuk mendinginkan kondensor
dialirkan melalui pipa yang kemudian outputnya didinginkan kembali secara
evaporative cooling pada cooling tower.
Pada komponen evaporator, jika sistemnya
indirect cooling maka fluida yang didinginkan tidak langsung udara melainkan
air yang dialirkan melalui system pemipaan. Air yang mengalami pendinginan pada
evaporator dialirkan menuju system penanganan udara (AHU) menuju koil
pendingin.
Jika kita perhatikan komponen-komponen apa
saja yang ada di dalamnya maka setiap AHU akan memiliki :
1. Filter merupakan penyaring udara dari
kotoran, debu, atau partikel-partikel lainnya sehingga diharapkan udara yang
dihasilkan lebih bersih. Filter ini dibedakan berdasarkan kelas-kelasnya.
2. Centrifugal fan merupakan kipas/blower
sentrifugal yang berfungsi untuk mendistribusikan udara melewati ducting menuju
ruangan-ruangan.
3. Koil pendingin, merupakan komponen yang
berfungsi menurunkan temperatur udara.
Prinsip kerja secara sederhana pada unit
penanganan udara ini adalah menyedot udara dari ruangan (return air) yang
kemudian dicampur dengan udara segar dari lingkungan (fresh air) dengan komposisi
yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan. Campuran udara tersebut masuk menuju
AHU melewati filter, fan sentrifugal dan koil pendingin. Setelah itu udara yang
telah mengalami penurunan temperatur didistribusikan secara merata ke setiap
ruangan melewati saluran udara (ducting) yang telah dirancang terlebih dahulu
sehingga lokasi yang jauh sekalipun bisa terjangkau.
Beberapa kelemahan dari sistem ini adalah
jika satu komponen mengalami kerusakan dan sistem Air Conditioner sentral tidak hidup maka
semua ruangan tidak akan merasakan udara sejuk. Selain itu jika temperatur
udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di
koil pendingin pada komponen AHU.
Info &
konsultasi :
Call.
0813 505 87 993
E
mail. dodivanhajj77@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar